MAJALENGKA – Proyek peningkatan sarana dan prasarana ruang administrasi serta ruang kepala sekolah di TK Melati, Desa Sinarjati, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, diduga menjadi ajang bancakan.
Proyek yang dibiayai anggaran negara ini disinyalir diambil alih oleh oknum yang mengklaim program tersebut sebagai dana aspirasi.Berdasarkan aturan yang berlaku, program revitalisasi ini seharusnya dikerjakan secara swakelola dengan melibatkan warga setempat atau orang tua siswa.
Namun di lapangan, pelaksanaan proyek diduga kuat telah diambil alih sepenuhnya oleh seorang oknum berinisial D.Diketahui, total anggaran yang dikucurkan untuk proyek ini mencapai Rp409 juta.
Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan fisik ruang kelas, ruang administrasi, fasilitas toilet (WC), hingga penataan halaman bermain yang dilengkapi dengan Alat Permainan Edukatif (APE) anak.
Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah TK Melati mengaku tidak mengetahui secara utuh mengenai pengelolaan anggaran tersebut. Ia berdalih bahwa dirinya hanya berfungsi sebagai pengawas lapangan karena proyek tersebut merupakan program aspirasi.
"Saya tahunya ini sudah beres, ini (program) aspirasi. Saya selaku kepala sekolah hanya mengawasi saja. Masalah belanja (material) dan segala macam itu urusan P2SP (Panitia Pembangunan Sekolah Pihak Ketiga)," ujar Kepala Sekolah saat dimintai keterangan.
Ia juga mengarahkan agar pihak media langsung menghubungi oknum berinisial D yang disebutnya sebagai penanggung jawab utama proyek.
"Jadi untuk lebih jelasnya, silakan hubungi saja D. Dia yang bertanggung jawab sepenuhnya dan dia juga yang mengerjakan. Nanti saya telepon orangnya, saya akan sampaikan bahwa ada media yang memonitor terkait pembangunan ini," imbuhnya.
Di sisi lain, pihak ketiga yang disebut-sebut sebagai pelaksana dari P2SP TK Melati memberikan keterangan yang bertolak belakang. Ia membantah pernyataan kepala sekolah dan mengaku hanya mengurusi bagian keuangan pekerja.
"Betul, Pak, saya dari pelaksana P2SP. Tapi saya kurang tahu (detailnya), saya hanya pekerja dan urusan dengan saya hanya masalah finansial," kata perwakilan pelaksana tersebut.
Ia juga menyayangkan pernyataan pihak sekolah yang terkesan melepas tanggung jawab atas proyek swakelola ini.
"Kalau kepala sekolah mengatakan seperti itu, sangat tidak benar. Karena kami sudah ada kesepakatan dengan pihak sekolah. Dan betul, saya bukan (pengelola) dana asli," pungkasnya. (Rojan)






FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram