-->

NASIONAL


PENDIDIKAN

Jumat, 20 Maret 2026

Rais NU Majalengka Minta Kader PKB Tingkatkan Silaturahmi



Majalengka - DPC Partai Kebangkitan Bangsa Majalengka menggelar dialog ulama di Kantor DPC PKB Majalengka, Rabu (18/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara partai dan kalangan ulama dalam merespons dinamika sosial dan keagamaan di daerah.

Selain dialog, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta silaturahmi alim ulama se-Majalengka. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara kader partai, kiai, dan tokoh masyarakat dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Majalengka KH Anwar Sulaiman dalam acara itu menegaskan kembali hubungan ideologis anatata PKB dan NU. 

PKB, ujar tokoh ulama yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Majalengka itu, lahir dari rahim NU membawa mandat untuk menjaga dan memperjuangkan nilai-nilai Islam Ahlussunah wal Jamaah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui transformasi pesantren, penguatan peran kiai di tengah masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi umat sebagai pilar keadilan sosial.

KH Anwar Sulaiman juga menegaskan pentingnya kader PKB untuk terus meningkatkan kapasitas literasi serta memperluas silaturahmi dengan para tokoh masyarakat terutama para kiai dan pengasuh pesantren. Forum ini menjadi ruang konsolidasi pemikiran sekaligus penguatan arah perjuangan politik berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

“Silaturahmi yang kuat dan literasi yang tajam menjadi kunci dalam merawat tradisi, memperkuat basis, dan menghadirkan perjuangan politik yang berpijak pada nilai-nilai keulamaan dan kemaslahatan umat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sekaligus Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, DR KH Maman Imanulhaq, menegaskan bahwa kader PKB harus mampu menjadi jembatan antara ulama dan umat dalam konteks kebangsaan yang lebih luas.

“PKB tidak boleh tercerabut dari akar sejarahnya. Kekuatan kita ada pada kiai, pesantren, dan umat. Karena itu, silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi strategi perjuangan untuk memastikan politik tetap berpihak pada nilai, akhlak, dan keadilan sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Majalengka, Juhana Zulfan, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat konsolidasi internal dan eksternal partai melalui pendekatan kultural yang berbasis pada nilai-nilai NU.

“DPC PKB Majalengka berkomitmen menjadikan silaturahmi sebagai gerakan bersama menguatkan hubungan dengan para kiai, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen umat demi memperkokoh basis perjuangan PKB di daerah,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah kiai dan tokoh penting, di antaranya KH. Abdul Rosyid, Dr. H. Wawan Sonjaya, KH. Muhammad Umar, M.Ag selaku Ketua Tanfidziyah PCNU, Drs. KH. Anwar Sulaiman, M.M.Pd sebagai Rois Syuriah PCNU, K. Asep Saepul Kholik, S.Sos (Katib Syuriah PCNU), H. Achsanul Fikri, M.Ag (Sekretaris PCNU), 

Kemudian KH. Harun Bajuri, KH. Yusuf Karim, KH. Maman Faturohman, KH. Badrussalam, KH. Iing Rofikin, KH. Fuadz Hasyim, KH. Iso Parwani, HJ. Minatul Maula, H. Duloh Darja Kusuma, Dr. H. Juhana Zulfan, MM, Drs. Muhammad Jubaedi, Imon Hidayat, serta Ade Duryawan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Majalengka Fraksi PKB, jajaran fungsionaris partai, serta para simpatisan PKB. Dialog ulama ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara ulama dan umara dalam membangun Majalengka yang religius, berdaya, dan berkeadilan.(VICKY)

Rabu, 18 Maret 2026

Pansus I Mulai Bahas Raperda Inisiasi DPRD Purwakarta Tentang Pemajuan Kebudayaan


Foto: Ketua pansus 1 DPRD Purwakarta Zyusep Gusnawan


PURWAKARTA - Panitia Khusus I (Pansus I) DPRD Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan.

Perlu diketahui, Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan ini telah mendapat persetujuan seluruh Fraksi di DPRD Kabupaten Purwakarta pada rapat Paripurna tingkat I, hari Jumat 13 Pebruari 2026 lalu yang dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin mewakili Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.

Menurut Ketua Pansus I DPRD Purwakarta, Zusyef Gusnawan, Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan merupakan Inisiasi dari DPRD. ”Raperda ini merupakan inisiasi dari DPRD Om,”kata Zusyef Gusnawan melalui sambungan selular, Senin 16/03/2026 lalu.

Zusyef menjelaskan, lahirnya inisiasi Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan ini adanya masukan dan aspirasi dari masyarakat dan beberapa kali mengadakan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Jawa Barat maupun luar provinsi Jabar, Kabupaten Purwakarta ternyata sudah lama menjadi Barometer daerah lain terkait kebudayaan tapi belum punya legal standing.

”Sejak zaman Bupati-nya pak Dedi Mulyadi ( Dedi Mulyadi menjabat Bupati Purwakarta Priode 2008 hingga 2018, selama dua priode. Sekarang Dedi Mulyadi menjabat Gubernur Jawa Barat priode 2024-2029), Kebudayaan merupakan barometer daerah lain diluar Kabupaten Purwakarta. Dengan pengajuan Raperda ini diharapkan Purwakarta punya legal standing dibidang kebudayaan untuk memperkuat muatan lokal dan cagar budaya,”kata Zusyef.     

Bila melihat Maksud dan Tujuan yang tertera di draft Raperda pada Bagian Kedua Pasal 2 Raperda Pemajuan Kebudayaan berbunyi; Pengaturan Pemajuan Kebudayaan dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum dan menjadi pedoman dalam Pemajuan Kebudayaan Daerah agar dapat dilaksanakan secara serasi, terencana, terpadu, terintegrasi dan berkelanjutan. 


Perlu diketahui, Raperda yang kini tengah dibahas oleh DPRD Purwakarta adalah; 

Pansus 1 Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan. Ketuanya Zusyef Gusnawan dari Fraksi Gerindra

Pansus 2 membahas Raperda tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial. Ketuanya Ricky Syamsul Fauzi, SH dari Fraksi Partai Gerindra.

Pansus 3 membahas Raperda tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Ketuanya H. Elton Bramasta Gunawan, SH

Pansus 4 membahas Raperda tentang Pembinaan Idiologi Pancasila. Ketuanya Dulnasir, SH.,MH dari Fraksi DEPAN (Gabungan Partai Demokrat dan PAN). (***).

15 Raperda dibuat 4 digarap pansus, Bang Jimmy : Kita lagi Harmonisasi dengan Kanwil KUMHAM jabar


Foto : Ketua Bampemperda DPRD Purwakarta Said Ali Azmi (bang Jimmy)


PURWAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Purwakarta telah menetapkan Program Pembentukan Peraturan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Purwakarta Tahun 2026 melalui rapat paripurna tingkat I sebanyak 15 Raperda yang selanjutnya akan dibahas bersama.

"Propemperda pada tahun 2026 ada 15 Raperda yang telah disepakati antara DPRD dan Pemda melalui rapat paripurna tingkat I. Dari 15 Raperda itu, 4 Raperda sudah memasuki tahap pembahasan ditingkat Pansus (Panitia Khusus). Sekarang kita sedang melakukan harmonisasi terhadap 4 Raperda lagi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat dan Biro Hukum Provinsi Jawa Barat,"kata Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Purwakarta, Said Ali Azmi.

Kepada wartawan media ini, pria yang akrab disapa Bang Jimmy itu menjelaskan bahwa 15 Raperda yang akan dibahas bersama dengan pihak eksekutif di tahun 2026 diantaranya 6 Raperda berasal dari usulan Pemkab Purwakarta dan 9 Raperda inisiatif DPRD Kabupaten Purwakarta, kata Bang Jimmy, ketika ditemui di gedung DPRD Purwakarta, kemarin siang

"Ada 6 Raperda yang diusulkan Pemkab Purwakarta, 3 Raperda diantaranya merupakan Raperda reguler,"jelas Bang Jimmy.

Dikemukakan Bang Jimmy, Pemerintah Daerah menyampaikan usulan Raperda berdasarkan kebutuhan teknis Pemerintah Daerah. Sedangkan DPRD melalui Bapemperda mengajukan Raperda yang lahir dari aspirasi masyarakat dan kebutuhan hukum yang berkembang di tengah masyarakat Purwakarta.

"Penyusunan Propemperda tahun 2026 ini juga merupakan ikhtiar Pemerintah Daerah dan DPRD untuk mendukung pembangunan Purwakarta khususnya dalam mewujudkan misi keempat RPJMD Kabupaten Purwakarta Tahun 2025-2029,"terangnya.

Berikut Raperda Inisiatif DPRD Kabupaten Purwakarta

1. Raperda Tentang Pemajuan Kebudayaan.

2. Raperda Tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

3. Raperda Tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga untuk Memperkuat Institusi Keluarga sebagai Pondasi Sosial Masyarakat.

4. Raperda Tentang Pembinaan Ideologi Masyarakat dan Wawasan Kebangsaan

5. Raperda Tentang Pemberian Intensif dan Kemudahan Investasi di Daerah

6. Raperda Tentang Penyelenggaraan Pertanian Organik

7. Raperda Tentang Pengendalian dan Pengelolaan Sampah Plastik

8. Raperda Tentang Penyelenggaraan Kesehatan (Raperda ini disusun dalam rangka mencabut Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2013).

9. Raperda Tentang Perubahan atas Perubahan Nomor 7 tahun 2020 Tentang Desa.

Berikut Raperda Usulan Pemkab Purwakarta;

1. Raperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 (reguler).

2. Raperda Tentang Perubahan APBD tahun anggaran 2026 (reguler).

3. Raperda Tentang APBD Tahun Anggaran 2027 (reguler).

4. Raperda Tentang Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha.

5. Raperda Tentang Penyelenggaraan Perparkiran.

6. Raperda Tentang Penyelenggaraan Menara Telekomunikasi. (***)

Senin, 16 Maret 2026

KPPI dan FPII Purwakarta Bagikan 1.500 Paket Takjil dan Santuni Anak Yatim di Bulan Ramadan



Purwakarta – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali mewarnai Kabupaten Purwakarta. Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) bersama Forum Pers Independent Indonesia (FPII) menggelar aksi sosial berupa pembagian paket takjil gratis kepada masyarakat serta santunan bagi anak yatim.

Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Veteran, Kelurahan Nagri Kaler, Kabupaten Purwakarta, Minggu (15/3/2026) sore, dan melibatkan pengurus serta anggota dari kedua organisasi di wilayah Purwakarta.

Ketua DPC KPPI Kabupaten Purwakarta, Sri Puji Utami, mengatakan kegiatan berbagi takjil dan santunan anak yatim ini merupakan bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan sekaligus upaya mempererat silaturahmi antaranggota organisasi dan masyarakat.

Menurutnya, pembagian takjil ditujukan untuk membantu para pekerja jalanan, musafir, serta masyarakat yang belum sempat tiba di rumah saat waktu berbuka puasa.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan melatih diri untuk terus berbagi,” ujar Sri Puji Utami.

Ia juga menambahkan bahwa santunan kepada anak yatim merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang terhadap mereka yang membutuhkan perhatian lebih dari masyarakat.

“Bersedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Setidaknya melalui santunan ini kita bisa membantu meringankan beban anak yatim serta memuliakan mereka,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Korwil Purwakarta, Dodi Iskandar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi positif antara organisasi perempuan dan insan pers dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, sekitar 1.500 paket takjil dibagikan kepada masyarakat sekitar serta para pengguna jalan yang melintas di Jalan Veteran.

“Kami membagikan takjil kepada pengendara motor, pengemudi ojek online, hingga pejalan kaki yang melintas. Tujuannya untuk berbagi kebahagiaan sekaligus membantu masyarakat yang mungkin belum sampai di rumah saat waktu berbuka puasa,” ujar Dodi di sela kegiatan.

Ia menambahkan, selain membagikan makanan berbuka puasa, panitia juga memberikan imbauan kepada para pengguna jalan agar tetap mengutamakan keselamatan berkendara.

“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara, agar perjalanan pulang mereka aman dan bisa berbuka puasa bersama keluarga,” katanya.

Sebanyak 1.500 paket takjil dilaporkan habis dibagikan dalam waktu singkat. Antusiasme masyarakat terlihat dari para pengendara dan warga yang melintas di lokasi kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh kehangatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif serta memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Pihak FPII Korwil Purwakarta juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan pembagian takjil dan santunan anak yatim tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini,” pungkas Dodi. (Red)

Dewan Syura PKB Gelar Doa Bersama untuk Perdamaian Dunia



SUMEDANG — Ketegangan geopolitik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus memicu kekhawatiran dunia internasional. Serangan militer yang terjadi sejak akhir Februari 2026 memicu aksi balasan berupa rudal dan drone yang memperpanjang eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Situasi ini menjadikan kawasan tersebut kembali sebagai titik panas yang mengancam stabilitas global.

Dampak konflik tersebut tidak hanya terbatas pada aspek militer, tetapi juga mengguncang perekonomian dunia. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, memicu lonjakan harga energi global serta kekhawatiran terhadap terganggunya rantai pasok internasional.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perang di satu kawasan dapat membawa konsekuensi luas bagi stabilitas ekonomi dan perdamaian umat manusia.

Merespons situasi tersebut, Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar rangkaian doa bersama untuk perdamaian dunia di sejumlah daerah di Jawa Barat pada Minggu, 15 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual agar para pemimpin dunia menahan diri, mengedepankan diplomasi, serta menempatkan kemanusiaan di atas kepentingan geopolitik.

Wakil Sekretaris Dewan Syura DPP PKB, KH Maman Imanulhaq, menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan bentuk kepedulian moral dan spiritual umat Islam Indonesia terhadap perdamaian dunia.

“Konflik yang terus meluas ini harus segera dihentikan. Dunia membutuhkan kebijaksanaan para pemimpin global untuk memilih jalan damai. Doa ini adalah seruan moral agar perang tidak terus menelan korban kemanusiaan,” ujar KH Maman Imanulhaq di Sumedang, Minggu (15/3).

Rangkaian doa tersebut dilaksanakan di berbagai tempat yang memiliki nilai spiritual dan kultural penting. Jumat kemarin, di Keraton Kasepuhan Cirebon, KH Maman Imanulhaq memimpin langsung doa bersama yang turut melibatkan budayawan dan seniman. 

Mereka bersama jemaah Akar Djati memanjatkan harapan agar dunia kembali menemukan jalan perdamaian. Suasana khidmat menyelimuti kompleks keraton yang sejak lama dikenal sebagai pusat spiritual dan budaya Islam di Cirebon.

Sementara itu, di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, para kiai dari berbagai daerah di Jawa Barat berkumpul dan menyampaikan pernyataan bersama tentang pentingnya menghadirkan keseimbangan global serta penghentian perang melalui jalur diplomasi dan dialog kemanusiaan.

Di Islamic Centre Sumedang, pengurus, kader, dan simpatisan PKB bersama para alim ulama se-Kabupaten Sumedang menggelar doa bersama untuk kedamaian dunia. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Abuya KH Muhammad Muhyiddin Abdul Qadir serta Ketua DPC PKB Sumedang Taufik Nurrohim.

Selain itu, doa bersama juga dilaksanakan di Pondok Pesantren Mumtaz Mizani Subang yang melibatkan para santri, ulama, serta masyarakat sekitar sebagai bentuk solidaritas spiritual bagi terciptanya perdamaian dunia.

KH Maman Imanulhaq menegaskan bahwa Indonesia memiliki tradisi panjang dalam mempromosikan perdamaian dan dialog antarbangsa. Karena itu, menurutnya, suara moral dari para ulama, pesantren, dan masyarakat sipil sangat penting untuk terus disuarakan di tengah situasi dunia yang penuh ketegangan.

“Doa ini bukan sekadar ritual, tetapi pesan kemanusiaan dari Indonesia bahwa perdamaian adalah jalan terbaik bagi masa depan dunia,” tegasnya.

Melalui ikhtiar spiritual tersebut, Dewan Syura PKB berharap ketegangan global segera mereda dan para pemimpin dunia membuka jalan diplomasi demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan. 

Umat Islam juga berharap agar pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan penuh keberkahan, menjadi momentum persaudaraan serta pesan damai bagi seluruh umat manusia. (Vicky)

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved