-->

PEMBERITAHUAN

PEMBERITAHUAN

NASIONAL


PENDIDIKAN

Jumat, 09 Oktober 2026

Sengaja Sembunyikan Fakta Hukum, Jadi Amunisi Politik Elite Kekanak-kanakan



Dinamika pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan syarat pencalonan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kian memperlihatkan tontonan politik yang jauh dari kedewasaan.Saya melihat manuver para elite politik yang terus mengobok-obok persoalan administrasi pendidikan ini sudah melampaui batas kewajaran, cenderung kekanak-kanakan dan justru memperkeruh suasana Bangsa Negara demi demi syahwat politik sektarian.

Sudah saatnya para elite berhenti bersikap seperti anak kecil yang meributkan hal-hal teknis yang tidak esensial, menarasikan pembodohan seraya mengabaikan realitas akademis yang nyata.Politik boleh keras. Kritik boleh tajam. Tetapi, fakta hukum tidak boleh dipelintir demi kepentingan politik.Saya menilai, permasalahan di atas tidak lepas dari ketimpangan naratif dan kecerobohan yudisial MK, serta ketiadaan sikap kenegarawanan dalam pertimbangan hukum peradilan tertinggi tersebut.

Ketimpangan Putusan MKKetimpangan narasi dalam putusan MK saya nilai tidak adil, tidak berimbang, dan tidak mencerminkan sikap kenegarawanan peradilan tertinggi. Dengan hanya menonjolkan satu sisi kelemahan administratif tanpa menyandingkannya dengan fakta pemenuhan kualifikasi yang lebih tinggi (S1), penilaian saya, MK sengaja ikut andil dalam menciptakan ruang abu-abu yang memperkeruh situasi.

Saya berikan catatan merah dan kritik paling keras khusus terhadap materi pertimbangan hukum MK. Saya pertanyakan netralitas naratif dan ketegasan MK dalam merumuskan konsiderans putusannya.

Kenapa MK hanya sibuk mengekspos kalimat bahwa mereka "tidak menemukan fisik ijazah Gibran yang setara SMA", tetapi di saat yang sama dengan sengaja menyembunyikan atau enggan menegaskan fakta benderang bahwa dalam fakta persidangan, MK juga menemukan bukti autentik bahwa Gibran telah menempuh dan menyelesaikan studi S1nya secara legal, yang pada intinya, levelnya di atas SMA.

Kecerobohan komunikatif yudisial inilah yang kemudian digoreng para elite politik bak anak kecil yang mendapatkan amunisi mainan baru untuk memprovokasi dan membodohi masyarakat dengan wacana pemakzulan.

Menguliti Fakta Rekam Akademik GibranAgar ruang publik tidak terus-menerus dipenuhi nuansa pembodohan tanpa dasar data, saya inventarisasikan rantai dokumen rekam jejak pendidikan internasional milik Gibran Rakabuming Raka yang secara nyata telah diuji sebagai alat bukti / fakta persidangan di hadapan Majelis Hakim MK:

  1. Sertifikat GCE O-Level (Orchid Park Secondary School, Singapura) dihadirkan melalui berkas KPU. Dokumen ini membuktikan Gibran menamatkan pendidikan menengah pertamanya di Singapura (periode 2002–2004) sebagai jembatan dasar yang sah untuk menapaki jenjang pra-kuliah internasional.

  1. Dokumen UTS Insearch (Sydney, Australia), diajukan resmi oleh pihak Kemendikdasmen. Berkas ini meliputi Insearch Certificate of Attendance (Sertifikat Kehadiran) yang dilengkapi secara sah dengan Academic Records (Transkrip Nilai Akademik) resmi periode 2004–2007. Berdasarkan akumulasi nilai mata kuliah serta penyandingan learning outcome dari dokumen inilah, Kementerian menerbitkan Surat Keterangan Penyetaraan Nomor 11149/D/D1/KS/2019 setara dengan lulusan SMK Akuntansi.

  2. Ijazah Pendidikan Tinggi (MDIS Singapura & University of Bradford, Inggris) adalah fakta paling telak dihadirkan oleh saksi ahli pendidikan internasional, Ina Liem, yang mengunduh langsung dari sistem universitas dan menyerahkan lembar fisik bukti kelulusan tingkat Strata-1 penuh di bidang Marketing yang diterbitkan langsung oleh University of Bradford, Inggris (tertanggal kelulusan 13 November 2010). Fakta persidangan membuktikan dengan gamblang bahwa Gibran menempuh dan merampungkan jalur kesarjanaan S1nya dengan cara yang benar, legal, dan memenuhi seluruh prasyarat ketat universitas internasional terkait melalui sistem transfer kredit (Credit Transfer) yang sah.

Analogi Hukum Pidana vs Validitas Jalur PathwayDalam persidangan, pemohon menyampaikan perbandingan hukum, Jika seorang anggota DPRD saja dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat dan dicopot dari jabatannya karena terbukti tidak memiliki dokumen fisik ijazah kelulusan tingkat SLTA, sekalipun yang bersangkutan secara nyata mengantongi gelar akademik S1 maupun S2, maka standar kepatuhan hukum administratif yang sama, atau bahkan jauh lebih ketat, mutlak harus diberlakukan terhadap seorang calon Wakil Presiden Republik Indonesia.

Saya tegaskan bahwa menyeret "analogi konstruksi hukum", seperti itu adalah kesesatan berpikir. Pada kasus ini, jelas terdapat dokumen fiktif pemalsuan ijazah SLTA. Tidak mungkin level S1 dan S2 bisa ditempuh tanpa yang bersangkutan punya ijazah setara SLTA. Sementara pada kasus Gibran, tidak ada satu lembarpun dokumen yang ditemukan di persidangan yang dipalsukan. Kampus luar negeri menerima dokumen pathwaynya secara sah sesuai aturan otonom mereka.

Bagi saya, menolak fakta S1 yang legal ini hanya karena persoalan selembar kertas formalitas birokrasi dalam negeri bertuliskan "Lulus SMA" adalah bentuk “kedunguan bernegara” yang dipaksakan.

Menyikapi kegaduhan yang tidak mendidik ini, saya tegaskan;

 Pertama, bahwa penyamaan jalur pathway pendidikan internasional Gibran dengan delik pemalsuan ijazah domestik adalah distorsi informasi berlapis yang menyesatkan, manipulatif, melanggar etika kebenaran fakta dan sifatnya membodohi masyarakat.

 Kedua, mengecam keras sikap kekanak-kanakan para elite politik yang terus meributkan hal-hal minor yang kontraproduktif. Saya ingatkan bahwa tugas pemimpin adalah menjaga keteduhan bangsa, bukan memprovokasi masyarakat dengan narasi hukum yang bombastis dan diputarbalikkan demi kepentingan pragmatis.

 Ketiga, mengecam keras MK yang memutus perkara dengan ketimpangan naratif yang ceroboh, memicu distorsi informasi, serta mencederai asas keadilan substantif. Langkah yudisial yang tidak mencerminkan sikap kenegarawanan peradilan tertinggi ini justru sengaja menciptakan ruang abu-abu yang komoditif demi memayungi syahwat politik para elite.

 Keempat, mendesak pers nasional khususnya semua media mainstream, untuk tetap berdiri tegak pada koridor jurnalisme presisi, tidak ikut larut dalam arus histeria politik, dan berani menyuarakan akal sehat serta kebenaran materiil di atas formalitas birokrasi yang tidak sehat.

Pemerintahan telah berjalan dan peradilan tertinggi telah mengetuk palu hukumnya secara final. Berhentilah memperkeruh situasi nasional dengan drama yang tidak bermutu. Saatnya para elite politik dewasa dalam bernegara, kembali bekerja untuk rakyat dan meletakkan akal sehat di atas segalanya.

Penulis Hartanto Boechori Wartawan Utama adalah Ketua Umum PERSATUAN JURNALIS INDONESIA

Diduga Ada Penyalahgunaan Dana BOS, SMK Swasta di Majalengka Jadi Sorotan; Kepala Sekolah Bantah Tudingan



MAJALENGKA – SMK Swasta Penerbangan Bangsa yang berlokasi di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dikabarkan menjadi sorotan terkait dugaan ketidaksesuaian dalam pelaporan pertanggungjawaban penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Temuan ini mencuat setelah adanya indikasi bahwa sejumlah pos anggaran yang dilaporkan tidak sejalan dengan kondisi fisik sekolah di lapangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, discrepancies atau ketidaksamaan terlihat pada beberapa pos pengeluaran utama. Salah satu poin yang menyita perhatian adalah anggaran untuk perawatan sekolah yang dilaporkan mencapai angka fantastis. Pada Tahap I, dana yang diklaim untuk perawatan sebesar Rp80.556.318, sementara pada Tahap II meningkat menjadi Rp107.018.250. Selain itu, terdapat juga alokasi dana untuk pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan senilai Rp12.386.800.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan kondisi yang bertolak belakang. Bangunan sekolah terlihat kurang terawat, memicu dugaan bahwa dana tersebut tidak tersalurkan secara optimal atau bahkan tidak digunakan sesuai peruntukannya. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai transparansi pengelolaan dana BOS tahun anggaran 2024 dan 2025 di institusi pendidikan tersebut.

Menanggapi isu yang beredar, Kepala Sekolah SMK Swasta Penerbangan Bangsa Ligung memberikan bantahan melalui konfirmasi pesan WhatsApp, Jumat (9/10/2026). Pihak sekolah menilai tudingan penyalahgunaan dana tersebut tidak tepat.

"Perihal temuan saudara terkait dana BOS kurang tepat. Penggunaan dana tersebut sudah melalui proses pemeriksaan serta dinyatakan sudah selesai dan tidak ada masalah," ujar Kepala Sekolah tersebut.

Ia menjelaskan bahwa seluruh penggunaan dana telah melalui mekanisme pengawasan yang berlapis. "Laporan telah disampaikan kepada BOS Kemendikbud dan ARKAS, serta Kantor KCD Wilayah IX. Terkait aduan masyarakat atas dugaan penyalahgunaan anggaran BOS TA 2024 dan 2025, hal ini juga telah menjadi tindak lanjut Polres Majalengka," tambahnya.

Kepala Sekolah juga mengklarifikasi soal nominal anggaran yang dianggap terlalu besar. Menurutnya, angka yang beredar tidak sepenuhnya mencerminkan dokumen perencanaan resmi sekolah.

"Nominal tidak sebesar itu sesuai dengan ARKAS (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) yang sekolah kami susun dan ajukan," pungkasnya.

Untuk klarifikasi lebih lanjut dan koordinasi tindak lanjut, pihak sekolah menyarankan agar pihak yang merasa dirugikan atau memiliki informasi lebih lanjut dapat menghubungi Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (FKKSMKS) Kabupaten Majalengka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka maupun Kepolisian Resor Majalengka terkait status penyelidikan kasus ini. Masyarakat dan orang tua siswa diharapkan tetap tenang sambil menunggu hasil verifikasi resmi dari instansi berwenang.

 

Bingung Cari Tempat Liburan? Ini 10 Destinasi Wisata Menarik di Purwakarta



PURWAKARTA – Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memiliki beragam destinasi wisata yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Mulai dari panorama waduk dan perbukitan, kawasan hutan pinus, hingga taman rekreasi keluarga, sejumlah tempat wisata di daerah ini dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu libur bersama keluarga maupun sahabat.

Selain menawarkan keindahan alam, beberapa destinasi wisata di Purwakarta juga memiliki daya tarik berupa spot foto menarik dan suasana yang cocok untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Berikut 10 destinasi wisata di Purwakarta yang layak masuk daftar kunjungan wisatawan.

1. Parang Gombong

Parang Gombong menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam dengan latar Waduk Jatiluhur. Hamparan perairan yang luas berpadu dengan perbukitan menciptakan panorama menarik, terutama saat sore hari.

Kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu lokasi yang diminati pencinta kegiatan luar ruang, termasuk berkemah dan menikmati matahari terbenam.

2. Taman Batu Cijanun

Berlokasi di kawasan Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Taman Batu Cijanun menawarkan pengalaman wisata air dengan suasana alam yang masih asri.

Kolam renang dengan latar bebatuan dan lingkungan perbukitan menjadi daya tarik tersendiri. Destinasi ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam bersama keluarga.

3. Sasak Panyawangan

Bagi pencinta petualangan dan panorama alam, Sasak Panyawangan menawarkan pengalaman menjelajahi kawasan perbukitan dengan pemandangan yang menarik.

Keindahan lanskap alam di kawasan ini menjadikannya salah satu tujuan yang patut dipertimbangkan bagi wisatawan yang menyukai aktivitas luar ruang dan fotografi.

4. Cikao Park

Cikao Park menjadi alternatif wisata keluarga di Purwakarta. Destinasi ini menawarkan beragam fasilitas rekreasi, termasuk wahana permainan air dan area bermain.

Dengan pilihan aktivitas yang beragam, tempat ini dapat menjadi tujuan liburan bersama anak-anak maupun rombongan keluarga.

5. Gunung Lembu

Gunung Lembu dikenal sebagai salah satu destinasi pendakian di Purwakarta yang menawarkan panorama alam dari ketinggian.

Dari sejumlah titik di jalur pendakian, wisatawan dapat menikmati pemandangan Waduk Jatiluhur dan perbukitan di sekitarnya.

Meski demikian, pendakian membutuhkan persiapan fisik yang memadai. Wisatawan disarankan membawa perlengkapan sesuai kebutuhan serta memperhatikan kondisi cuaca dan arahan petugas setempat.

6. Taman Air Mancur Sri Baduga

Taman Air Mancur Sri Baduga merupakan salah satu ikon wisata di pusat Kota Purwakarta. Kawasan ini dikenal dengan pertunjukan air mancur yang menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan.

Selain menikmati suasana taman, pengunjung dapat menjelajahi sejumlah ruang publik di sekitarnya.

Namun, wisatawan perlu memastikan jadwal pertunjukan dan informasi operasional terbaru sebelum berkunjung.

7. Hidden Valley Hills

Hidden Valley Hills menawarkan perpaduan panorama perbukitan dan sejumlah sudut yang menarik untuk menikmati pemandangan maupun berfoto.

Tempat ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang mencari suasana berbeda dari keramaian perkotaan. Sebelum berkunjung, wisatawan disarankan memastikan jam operasional dan ketersediaan fasilitas.

8. Batu Apung Alam Hijau

Batu Apung Alam Hijau merupakan salah satu alternatif rekreasi keluarga di kawasan Wanayasa, Purwakarta.

Destinasi ini menawarkan fasilitas wisata yang dapat dimanfaatkan untuk mengisi waktu libur bersama keluarga. Suasana kawasan yang relatif sejuk juga menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin beristirahat sejenak dari aktivitas harian.

9. Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur menjadi salah satu destinasi yang identik dengan pariwisata Purwakarta. Hamparan perairan yang luas dengan latar perbukitan menghadirkan panorama yang menarik untuk dinikmati.

Selain menjadi kawasan penting bagi pengelolaan sumber daya air, Waduk Jatiluhur juga memiliki potensi wisata melalui aktivitas rekreasi air, wisata kuliner, dan kegiatan bersantai di sejumlah titik yang terbuka bagi pengunjung.

10. Pasir Langlang Panyawangan

Pasir Langlang Panyawangan menawarkan suasana alam yang sejuk melalui kawasan hutan pinus yang cocok untuk berjalan santai dan menikmati lingkungan hijau.

Destinasi ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan sekaligus menikmati keindahan alam Purwakarta.

Sebelum melakukan perjalanan, pengunjung sebaiknya mencari informasi terbaru mengenai akses menuju lokasi, kondisi jalur, serta fasilitas yang tersedia.

Polres Purwakarta Rangkul Ormas dan LSM, Tegaskan Keamanan Daerah Tanggung Jawab Bersama

PURWAKARTA — Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Untuk memperkuat sinergi tersebut, Polres Purwakarta menggelar silaturahmi bersama organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Ruang Tatag Trawang Tungga, Mapolres Purwakarta, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 hingga 16.30 WIB itu dihadiri Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, Dandim 0619/Purwakarta Letkol Arh Fredy Jaguar, Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta Dr. Yudhi Kurniawan, Kepala Kesbangpol Purwakarta Drs. H. Mohammad Ramdhan, perwakilan Kodim 0619/Purwakarta, serta sekitar 60 perwakilan ormas dan LSM.

Pertemuan tersebut menjadi wadah dialog untuk memperkuat komunikasi lintas elemen, bertukar informasi, serta menyamakan persepsi dalam menyikapi perkembangan situasi keamanan di Kabupaten Purwakarta.

Melalui komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, berbagai potensi gangguan kamtibmas diharapkan dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganannya bisa dilakukan secara tepat dan terukur.

Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini, mewakili Kapolres AKBP Febri Nurzam, menegaskan bahwa keterlibatan ormas dan LSM memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya situasi wilayah yang aman dan kondusif.

“Peran ormas dan LSM sangat penting sebagai mitra dalam menjaga kondusivitas wilayah. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjalin komunikasi, menyampaikan informasi secara bertanggung jawab, serta mengedepankan dialog dan musyawarah apabila muncul persoalan. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi bersama,” ujar IPTU Tini Yutini.

Perkuat Komunikasi, Cegah Potensi Konflik

Di Kabupaten Purwakarta, terdapat dua wadah koordinasi ormas dan LSM, yakni Aliansi Kiansantang serta Forum Ormas dan LSM Kabupaten Purwakarta. Kedua wadah tersebut berfungsi sebagai sarana komunikasi dan koordinasi bagi organisasi yang tergabung di dalamnya.

Meski demikian, upaya membangun sinergi dalam menjaga keamanan daerah tetap terbuka bagi seluruh ormas dan LSM, termasuk organisasi yang berada di luar kedua wadah tersebut.

Menurut IPTU Tini, komunikasi yang baik antarelemen masyarakat juga penting untuk mencegah kesalahpahaman dan penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada publik. Setiap persoalan yang berpotensi menimbulkan keresahan juga diharapkan disampaikan melalui saluran komunikasi yang tepat agar dapat ditangani secara proporsional.

Ormas dan LSM Nyatakan Komitmen Bersinergi

Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan ormas dan LSM menyatakan komitmen untuk terus berkoordinasi dengan Polres Purwakarta, Kejaksaan Negeri Purwakarta, Kodim 0619/Purwakarta, Kesbangpol, serta unsur terkait lainnya.

Koordinasi itu diharapkan dapat memperkuat pertukaran informasi, terutama terkait perkembangan situasi yang berpotensi memengaruhi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sinergi lintas sektor tersebut sekaligus menjadi langkah untuk membangun hubungan yang lebih terbuka antara aparat, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat dalam menyikapi berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat, yang menekankan pentingnya kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam membangun keamanan, menampung aspirasi, serta meningkatkan partisipasi publik.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Polres Purwakarta berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengambil bagian dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Dengan komunikasi yang terbuka, koordinasi yang solid, serta komitmen bersama, Purwakarta diharapkan tetap menjadi wilayah yang aman, damai, dan kondusif.

Kamis, 08 Oktober 2026

Pererat Silaturahmi dan kemitraan, Forkopimda gelar Ngobrol bareng Ormas dan LSM Se-purwakarta


Foto: gelaran silaturahmi di Ruangan Aula Presisi polres Purwakarta 

PURWAKARTA – Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Purwakarta terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui agenda "Ngobrol Bareng Ormas dan LSM" yang berlangsung hangat di Aula Presisi Mapolres Purwakarta.

​Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Purwakarta, Dandim 0619/Purwakarta, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, serta diikuti oleh puluhan perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Kabupaten Purwakarta.

​Kapolres Purwakarta menyampaikan bahwa dialog terbuka ini digelar sebagai wadah silaturahmi sekaligus ruang diskusi interaktif. Melalui komunikasi dua arah ini, aparat penegak hukum, TNI, dan organisasi kemasyarakatan dapat menyatukan persepsi dalam merawat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

​"Sinergi antara Forkopimda dan elemen Ormas serta LSM sangat krusial. Kita ingin memastikan ruang komunikasi selalu terbuka lebar agar setiap potensi dinamika sosial dapat didiskusikan dan diselesaikan bersama dengan sejuk," ujarnya.

​Sementara itu, Dandim 0619/Purwakarta dan Kajari Purwakarta turut mengapresiasi peran aktif Ormas dan LSM yang selama ini ikut menjaga kondusifitas wilayah. Pihaknya berharap kolaborasi positif ini terus berlanjut demi mendukung iklim daerah yang aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh warga Purwakarta. (***)

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved