RELIGI – Sejumlah tempat keramat di Jawa Barat hingga kini masih menjadi tujuan utama ziarah masyarakat. Selain memiliki nilai spiritual, lokasi-lokasi tersebut juga menyimpan jejak sejarah panjang, khususnya terkait penyebaran Islam dan peninggalan tokoh kerajaan Sunda.
Tradisi ziarah yang terus berlangsung menunjukkan kuatnya keterikatan masyarakat terhadap nilai religius dan budaya lokal. Berikut lima tempat keramat yang paling dikenal dan kerap dikunjungi peziarah:
Salah satu yang paling populer adalah Makam Sunan Gunung Jati di Desa Astana. Situs ini merupakan tempat peristirahatan Sunan Gunung Jati, tokoh penting dalam penyebaran Islam di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Kompleks makam ini tidak pernah sepi, terutama menjelang Ramadan dan hari besar keagamaan.
Di wilayah Tasikmalaya, terdapat Gua Safarwadi Pamijahan yang berlokasi di Desa Pamijahan. Tempat ini dikenal sebagai pusat dakwah Syekh Abdul Muhyi. Gua tersebut diyakini memiliki nilai spiritual tinggi dan sering digunakan untuk berdoa serta melakukan ritual keagamaan.
Sementara itu di Garut, peziarah banyak mendatangi makam Prabu Kian Santang yang berada di Kampung Godog. Tokoh ini dikenal dalam legenda sebagai sosok sakti dari Kerajaan Pajajaran yang kemudian menyebarkan ajaran Islam. Kompleks makamnya menjadi salah satu pusat ziarah penting di wilayah Priangan.
Tak jauh berbeda, di Kabupaten Ciamis terdapat Situs Keramat Depok yang berlokasi di Desa Depok. Situs ini dipercaya sebagai petilasan perjalanan spiritual Prabu Kian Santang. Dikelilingi pepohonan tua, suasana di lokasi ini kental dengan nuansa sakral dan sering dimanfaatkan untuk doa serta tirakat.
Adapun di Cirebon, terdapat Keramat Plangon yang berada di Desa Babakan. Kompleks ini merupakan makam tokoh penyebar Islam seperti Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan. Selain nilai religius, kawasan ini juga dikenal dengan keberadaan kera liar yang hidup di sekitar hutan, menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Fenomena ramainya ziarah ke tempat-tempat keramat ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Barat tidak hanya menjaga tradisi spiritual, tetapi juga merawat warisan sejarah. Aktivitas ziarah umumnya meningkat pada malam Jumat, bulan Maulid, serta menjelang Ramadan.
Bagi sebagian masyarakat, ziarah bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang berjasa dalam perjalanan sejarah dan penyebaran agama di Tanah Pasundan. (Red)





FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram