-->

NASIONAL


PENDIDIKAN

Rabu, 12 Agustus 2026

Squad Nusantara Pemalang Bangun Kemitraan dengan Rutan Kelas IIB, Bahas Peran Ormas

PEMALANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Squad Nusantara Kabupaten Pemalang terus memperkuat komunikasi dan sinergitas dengan sejumlah instansi pemerintahan. Salah satunya dilakukan melalui kunjungan silaturahmi ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabupaten Pemalang, Rabu (12/8/2026).

Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB tersebut diterima oleh perwakilan Kepala Rutan, Akbar. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab selama kurang lebih satu jam.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran DPC Squad Nusantara Kabupaten Pemalang memperkenalkan susunan kepengurusan baru untuk periode 2026–2028. Selain memperkenalkan jajaran pengurus, pertemuan juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi serta membuka ruang sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pihak Rutan.

Ketua DPC Squad Nusantara Kabupaten Pemalang, Surinto, hadir bersama Sekretaris Slameto, SE., Bendahara Yudha Anggoro, serta sejumlah pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Squad Nusantara.

Perwakilan Kepala Rutan Pemalang, Akbar, menjelaskan bahwa Kepala Rutan belum dapat menerima langsung rombongan karena sedang mengikuti kegiatan persiapan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bapak sedang ada kegiatan terkait persiapan memperingati HUT RI ke-81,” ujar Akbar.

Meski demikian, Akbar menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran DPC Squad Nusantara Kabupaten Pemalang yang telah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi.

“Kami memberikan apresiasi atas waktunya. Pengurus DPC Squad Nusantara Kabupaten Pemalang menyempatkan bersilaturahmi ke kantor kami,” katanya.

Menurut Akbar, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk saling mengenal antara jajaran Rutan dengan pengurus Squad Nusantara Kabupaten Pemalang.

Ia berharap komunikasi dan pertukaran gagasan antara kedua pihak dapat terus dilakukan pada kesempatan berikutnya, khususnya dalam membahas peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan lembaga pemasyarakatan.

“Ini menjadi ajang perkenalan kami dari Rutan dengan teman-teman Squad Nusantara. Insyaallah di lain waktu kita bisa bertukar pikiran terkait peran ormas Squad Nusantara dengan lembaga pemasyarakatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Squad Nusantara Kabupaten Pemalang, Surinto, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kesempatan yang diberikan pihak Rutan.

Surinto menegaskan, pihaknya ingin membangun komunikasi yang lebih intensif dengan jajaran Rutan Kelas IIB Pemalang. Menurutnya, komunikasi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam membangun kemitraan yang positif antara organisasi masyarakat dengan pemerintah.

“Sinergitas antara Rutan dengan Squad Nusantara menjadi bagian penting dalam membangun kemitraan, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan di tingkat pusat maupun kabupaten dan kota,” ujar Surinto.

Ia berharap silaturahmi tersebut tidak berhenti sebatas pertemuan formal. Ke depan, komunikasi dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kerja sama positif yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Dengan terbangunnya komunikasi yang baik, DPC Squad Nusantara Kabupaten Pemalang berharap keberadaan organisasi dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan harmonis dengan berbagai lembaga pemerintahan dan instansi terkait di Kabupaten Pemalang. (SOLIHIN)

KH Maman Imanulhaq Berduka, Kenang Sosok Murobbi yang Penuh Kasih

MAJALENGKA – Kabar wafatnya Abah Hasan Kiryani, salah satu sesepuh Buntet Pesantren, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, serta para santri dan masyarakat yang mengenal sosoknya.

Ungkapan duka disampaikan KH. Maman Imanulhaq, Anggota Komisi VIII DPR RI, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan Jawa Barat IX, sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka.

Bagi KH. Maman, Abah Hasan Kiryani bukan sekadar sesepuh Buntet Pesantren. Ia mengenang almarhum sebagai sosok murobbi yang menjadi tempat belajar dan teladan bagi banyak orang, khususnya mereka yang merindukan figur ulama yang rendah hati, hangat, dan penuh kasih.

“Abah bukan hanya sesepuh Buntet Pesantren. Beliau adalah murobbi bagi siapa saja yang merindukan sosok ulama yang rendah hati, hangat, dan penuh kasih,” ungkap KH. Maman dalam pesan dukanya.

Kedekatan KH. Maman dengan almarhum juga tidak terlepas dari hubungan persahabatan antara Abah Hasan Kiryani dan ayahnya, KH. Abdurrochim. Keduanya disebut pernah menjadi sahabat seperjuangan ketika aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Hubungan tersebut kemudian terus terjalin hingga lintas generasi. Setiap kali berkunjung ke Buntet Pesantren, KH. Maman mengaku selalu menjadikan sowan kepada Abah Hasan Kiryani sebagai salah satu prioritas.

“Beliau selalu mengenang ayah kami, KH. Abdurrochim, sebagai sahabat perjuangan semasa di PMII,” tuturnya.

Kedekatan itu tidak hanya berlangsung dalam momentum keagamaan maupun kunjungan ke pesantren. Dalam berbagai momentum keluarga, KH. Maman dan keluarga juga selalu menyempatkan diri untuk menghadap dan bersilaturahmi kepada Abah Hasan.

Salah satunya ketika berlangsung resepsi pernikahan Mas Nahdi dan Emily. Saat itu, Abah Hasan Kiryani bersama Bu Nyai berkenan hadir untuk memberikan doa dan kasih kepada keluarga.

Bagi KH. Maman, kehadiran tersebut menjadi bagian dari kenangan yang akan terus melekat. Sosok Abah Hasan tidak hanya hadir sebagai ulama dan sesepuh, tetapi juga sebagai orang tua yang memberikan kehangatan serta keteladanan.

Kini, sosok yang selama ini menjadi tempat bersandar dan bersilaturahmi itu telah berpulang.

Meski kehilangan tersebut meninggalkan kesedihan mendalam, KH. Maman berusaha menerimanya sebagai bagian dari kehendak Allah SWT.

“Namun kami percaya, Allah SWT lebih mencintai Abah dan telah memanggilnya pulang ke haribaan-Nya,” katanya.

KH. Maman pun menyampaikan penghormatan terakhir sekaligus doa bagi almarhum. Ia berharap keteladanan Abah Hasan Kiryani tidak berhenti bersama kepergiannya, tetapi terus hidup dan diamalkan oleh keluarga, santri, serta siapa pun yang pernah mendapatkan ilmu dan kasih sayangnya.

“Selamat jalan, Abah. Kami mencintai Abah. Kami menyayangi Abah. Kami akan terus mengamalkan keteladanan Abah. Al-Fatihah,” ujar KH. Maman.

Kepergian Abah Hasan Kiryani menjadi kehilangan bagi keluarga besar Buntet Pesantren dan masyarakat pesantren. Namun, bagi mereka yang pernah mengenal dan belajar dari sosoknya, warisan terbesar sang ulama adalah keteladanan, kelembutan, serta nilai-nilai keislaman yang terus hidup dalam kehidupan para murid dan orang-orang yang ditinggalkannya. (FT)

Perkuat Kemitraan dengan Pemerintah, Squad Nusantara Pemalang Soroti Kualitas Pelayanan Publik

 

PEMALANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Squad Nusantara Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Imigrasi dan Kemasyarakatan Pemalang, Senin (11/8/2026) sekitar pukul 14.20 WIB.

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal Squad Nusantara dalam membangun komunikasi dan kemitraan dengan jajaran Imigrasi dan Kemasyarakatan di Kabupaten Pemalang, sekaligus mendorong sinergi dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Rombongan DPC Squad Nusantara dipimpin Ketua DPC Surinto, didampingi Sekretaris Slameto, S.E., dan Bendahara Yudha Anggoro. Kedatangan mereka diterima oleh sejumlah staf Kantor Imigrasi dan Kemasyarakatan, di antaranya Iwan dan Deny yang hadir mewakili Kepala Kantor.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran DPC Squad Nusantara memperkenalkan susunan kepengurusan baru sekaligus membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan pihak pemerintah, khususnya dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

“Ini merupakan kali pertama Squad Nusantara berkunjung ke Kantor Imigrasi. Kami mengapresiasi sambutan yang diberikan. Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus membangun kemitraan,” ujar Surinto.

Sementara itu, Deny menjelaskan, Kepala Kantor tidak dapat menerima langsung kunjungan tersebut karena pada waktu yang sama tengah mengikuti pertemuan bersama tamu dari Kantor Wilayah Imigrasi Jawa Tengah.

Meski demikian, pertemuan antara kedua pihak berlangsung dalam suasana harmonis selama kurang lebih satu jam. Sejumlah hal dibahas, termasuk pelayanan keimigrasian serta peluang membangun sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan instansi pemerintah.

Surinto mengatakan, Squad Nusantara memberikan sejumlah masukan agar kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan dan dilaksanakan secara profesional, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan layanan dokumen keimigrasian maupun paspor di Kabupaten Pemalang dan sekitarnya.

“Pertemuan ini sangat harmonis. Kami saling bertukar pikiran dan memberikan apresiasi terhadap pelayanan yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Kami juga memberikan input agar pelayanan kepada masyarakat semakin profesional,” katanya.

Menurut Surinto, komunikasi dan kemitraan yang telah terbangun diharapkan tidak berhenti pada kunjungan silaturahmi, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga menyinggung posisi Menteri Imigrasi dan Kemasyarakatan, Drs. Agus Andriyanto, S.H., M.H., yang disebutnya sebagai Dewan Pembina Squad Nusantara.

“Apalagi Menteri Imigrasi dan Kemasyarakatan, Drs. Agus Andriyanto, S.H., M.H., merupakan Dewan Pembina Squad Nusantara. Karena itu, mari kita bersama-sama bersinergi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal terbangunnya komunikasi yang semakin erat antara Squad Nusantara dan jajaran Imigrasi dan Kemasyarakatan di Kabupaten Pemalang. Sinergi tersebut diharapkan dapat turut mendukung terwujudnya pelayanan publik yang transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (SOLIHIN)

Pertahankan Integritas Musda, SC akan Rapikan Administrasi dan Subtansi Musda


Foto: Ilustrasi


Panitia Pengarah atau Streering Committee (SC) terus berbenah menjelang perhelatan Musyawarah Daerah XI DPD Golkar Purwakarta. Kegiatan yang secara jadwal masih menunggu instruksi DPD Golkar Jawa Barat itu terus mengalami persiapan dari waktu ke waktu.

Ketua Panitia Pengarah (SC) Musda XI DPD Golkar Purwakarta, Farid Farhan mengatakan pihaknya pada esok hari akan menggelar rapat pematangan. Menurut dia, tugas panitia pengarah bukan hanya mengurus masalah administrasi, tetapi juga substansi.

"SC ini kan dianggap sekedar mengurus draft musda. Padahal Juklak No 02 DPP Partai Golkar Tahun 2025 memberi ruang yang luas kepada kami untuk membereskan substansi," katanya di Kantor DPD Golkar Purwakarta, Rabu (12/8/2026).

Pria yang akrab disapa Aba Farhan itu menyebut bahwa Steering Committee adalah garda integritas Musda XI DPD Golkar Purwakarta. Sehingga produk yang dihasilkan harus memiliki dasar etika yang kuat.

"Oke misalnya ada kader yang nanti mendaftar. Tentu dia harus membawa surat dukungan minimal 30% hak pilih. Secara administratif sah mencalonkan. Tapi boleh dong kami mengetahui kronologis dari setiap lembar dukungan tersebut", katanya sambil tersenyum

Menurut dia, kronologis sebuah surat dukungan sangat penting karena ada nilai etika dan moral di dalamnya yang harus dipertanggungjawabkan. Dia menginginkan seluruh produk Musda XI Golkar Purwakarta memiliki kualitas yang baik, terutama ketua terpilih.

"Pleno Pimpinan Kecamatan dalam memutuskan dukungan harus memiliki dasar moral, bukan dasar siapa yang bayar. Uang itu bukan alat negosiasi dalam organisasi. Tetapi gagasan adalah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang ketua ke depan," katanya.

Lebih jauh dia meminta agar setiap kader yang akan mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar Purwakarta untuk mengutamakan diskursus visi. Menurutnya, kader Golkar Purwakarta sedang membutuhkan upgrading kualitas pemikiran.

"Ya kalau untuk jajan-jajan dan biaya komunikasi yang wajar silakan. Tetapi bukan itu ukurannya. Golkar Purwakarta hari ini membutuhkan upgrading isi otak, bukan upgrading isi rekening. Ini harus dipahami oleh seluruh pemilik suara," ujarnya.

Siap Kawal Integritas Musda

Pada bagian akhir, pria yang kini aktif sebagai da'i di Majelis Dzikir Cermin Hati itu mengaku siap mengawal integritas Musda XI Golkar Purwakarta. Karena itu, sebagai SC dia meminta agar pemilik suara menjunjung tinggi asas kejujuran.

"Saat verifikasi surat dukungan, kami akan cek kronologisnya. Dari situ akan muncul fakta politik di balik sebuah produk administrasi. Kami tidak ingin tertipu selembar surat bertanda tangan dan berstempel," katanya.

Farid mengingatkan tentang tata aturan organisasi Partai Golkar. Dia menyebut bahwa Peraturan Organisasi Dewan Etik mengharuskan seorang kader untuk menghindari sikap tidak pantas yang merendahkan citra partai.

"Kalau misalnya semua kader lupa, okelah saya ingatkan. Peraturan Organisasi Dewan Etik Pasal 6 ayat 4. Setiap anggota partai tidak boleh melakukan sesuatu yang berakibat merendahkan citra partai. Misalnya, jual beli surat dukungan. Jangan sampai pemilik suara malah kena vonis PD2LT (Prestasi, Dedikasi, Disiplin, Loyalitas dan Tercela) Dewan Etik," pungkasnya. (***)

Selasa, 11 Agustus 2026

Majalengka Perang Miras! 6.244 Botol Disita dalam 9 Hari, Pemkab Siapkan Perda


MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka memberikan dukungan penuh terhadap langkah Polres Majalengka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memutus mata rantai peredaran minuman keras (miras) dan obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Majalengka.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Majalengka, Eman Suherman, saat menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti minuman keras di Lapangan Mapolres Majalengka, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Majalengka, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh masyarakat, pejabat utama (PJU) Polres Majalengka, serta para Kapolsek se-Kabupaten Majalengka.

Dalam kesempatan itu, Bupati Eman Suherman menegaskan Pemkab Majalengka telah menyiapkan landasan hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) terkait pengawasan dan pembatasan minuman beralkohol.

Menurutnya, perubahan karakteristik Majalengka yang kini bertransformasi dari daerah agraris menjadi kawasan industri menjadi salah satu pertimbangan untuk memperkuat regulasi mengenai peredaran minuman beralkohol.

“Pemerintah daerah menilai regulasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan sosial di tengah meningkatnya tantangan pergaulan dan keamanan masyarakat,” tegas Eman.

Selain mendukung tindakan tegas di lapangan, Bupati juga menyampaikan apresiasi terhadap program inovasi Jaga dan Rawat Jawa Barat (Jawara) yang diusung Polda Jawa Barat sebagai upaya menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Sementara itu, Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., mengungkapkan, kepolisian bersama jajaran Polsek, Pemkab Majalengka, TNI melalui Kodim, Kejaksaan, serta berbagai elemen masyarakat terus melakukan upaya pemberantasan peredaran barang terlarang tersebut.

Dalam operasi cipta kondisi yang digelar sejak 1 hingga 9 Agustus 2026, petugas berhasil menyita sedikitnya 6.244 botol minuman keras dari berbagai merek.

“Barang bukti ribuan botol miras ini berhasil dipatahkan peredarannya berkat laporan serta informasi dari masyarakat, penyelidikan Satnarkoba Polres Majalengka, hingga penindakan jajaran Polsek di lapangan. Penindakan menyasar toko kelontong, gudang tak berizin, hingga tempat penjualan ilegal lainnya,” ujar Kapolres.

Kapolres yang baru sekitar dua pekan menjabat tersebut menambahkan, sejumlah wilayah yang terindikasi memiliki tingkat peredaran miras cukup tinggi di antaranya kawasan Majalengka Kota dan beberapa kecamatan lainnya.

Terhadap para pelaku yang berperan sebagai penampung maupun penjual, kepolisian menerapkan tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari Tindak Pidana Ringan (Tipiring) hingga pengembangan kasus yang berkaitan dengan penyalahgunaan obat-obatan terlarang berdasarkan Undang-Undang Kesehatan.

Kepolisian, kata Kapolres, akan terus memperkuat ekosistem keamanan, memberantas berbagai bentuk kriminalitas secara tegas dan berkelanjutan, serta meningkatkan kehadiran polisi di tengah masyarakat.

“Polres Majalengka berkomitmen tidak ada tempat bagi aksi kejahatan seperti begal, pencurian, geng motor maupun peredaran narkoba di wilayah hukum Majalengka, sesuai instruksi Bapak Kapolda Jabar melalui inovasi Jawara,” ungkapnya.

Langkah tegas yang dilakukan secara kolaboratif oleh Pemkab dan Polres Majalengka mendapat respons positif dari masyarakat.

Sarip (42), warga Majalengka Kota, mengaku lega dengan adanya razia serta pemusnahan barang bukti minuman keras tersebut.

Menurutnya, keberadaan miras dan obat-obatan terlarang berpotensi menjadi salah satu pemicu berbagai persoalan sosial, termasuk kriminalitas dan kenakalan remaja, terutama di kawasan permukiman maupun wilayah industri.

“Kami sangat mendukung penindakan tegas seperti ini. Majalengka sekarang sudah ramai dan menjadi kawasan industri, jadi keamanan harus benar-benar dijaga. Jangan sampai anak-anak muda rusak karena mudah membeli miras atau obat-obatan ilegal. Semoga operasi ini terus berkelanjutan,” ujarnya.

(Boyzan)

INTERNASIONAL

RELIGI

SPORT

TNI POLRI


WISATA

© Copyright 2021 INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved