NASIONAL
PENDIDIKAN
Selasa, 03 Februari 2026
Kamis, 29 Januari 2026
Orang Tua Murid Keluhkan Menu Makan Bergizi Gratis (MBG): "Jangan Main-Main dengan Nutrisi Anak Kami"
Purwakarta – Seorang wali murid menyatakan kekecewaan mendalam terkait implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai jauh dari standar kelayakan. Menu yang disajikan dalam beberapa hari terakhir dianggap tidak memenuhi prinsip gizi seimbang dan terkesan dikelola secara asal-asalan.
Berdasarkan temuan di lapangan, para orang tua menyoroti beberapa poin krusial yaitu terkait menu dinilai sangat minim dan tidak mencukupi kebutuhan energi harian anak usia sekolah, Menu yang disajikan cenderung monoton dan kurang menggugah selera, sehingga banyak makanan yang akhirnya terbuang (mubazir).
"Kami sangat mendukung program ini secara konsep, namun realitanya di lapangan seperti main-main. Anak-anak membutuhkan nutrisi nyata untuk belajar, bukan sekadar 'yang penting ada nasi'. Jika kualitasnya seperti ini, kesehatan jangka panjang anak-anak yang dipertaruhkan," ujar Mahesa Jenar.
Lanjut dikatakan, Para orang tua mendesak pihak penyelenggara dan vendor penyedia makanan untuk segera melakukan evaluasi total. Mereka menuntut adanya transparansi mengenai rincian anggaran per porsi serta keterlibatan ahli gizi dalam penyusunan menu harian.
"Kami berharap pemerintah dan pihak sekolah tidak menutup mata. Program ini dibiayai oleh negara untuk mencetak generasi unggul, bukan sekadar formalitas seremonial," tambah Mahesa .
Selain itu Mahesa jugaa mempertanyakan pengawasan dari pemerintah yang terkesan membiarkan adanya pengelola SPPG yang diduga asal-asalan dalam menyajikan menu-menu untuk tingkatan kebutuhan gizi anak.
"Peran pengawasan yang tidak jelas dari pemerintah kabupaten Purwakarta dalam hal ini dinas kesehatan, terutama terkait ahli gizi, apakah mereka bersertifikasi atau hanya asal pilih demi melengkapi admistrasi pendirian SPPG," tuturnya
Mahesa meminta Presiden Prabowo mengevaluasi program MBG yang katanya untuk menunjang Indonesia emas di 2045
"Kalo seperti ini terus bukan menyongsong Indonesia emas tapi menyongsong anak anak kekurangan gizi karena gizinya diambil oleh penyedia SPPG MBG." Pungkasnya
(Red)





FOLLOW THE INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow INFONAS.ID | Bukan Sekedar Berita on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram